Jakarta Alergi bisa dibilang merupakan penyakit yang unik sebab bisa dipicu oleh berbagai hal dan berbeda-beda tiap orang. Tingkat keparahannya juga seringkali bervariasi. Oleh karena itu, menentukan gejala alergi tidak sederhana. Tapi ada beberapa gejalanya yang paling umum ditemui.
“Kalau gatal, sesak napas, mata bengkak, pencernaan itu benar. Tetapi kalau perilaku belum ada yang mengarah ke situ, kecuali pada anak mungkin perilakunya tergambar ketika anak jadi tak bisa tidur, malas makan, gelisah saat tidur, rewel. Ini bisa jadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang terjadi pada tubuhnya sehingga menimbulkan perilaku demikian,” kata dr Indra G Mansur, SpAnd, ILS, dari Klinik Imunologi & Kesehatan Reproduksi Sayyidah

1. Gatal-gatalGatal-gatal akibat alergi sering disebut dengan istilah biduren. Gejalamya berupa rasa gatal dan kulit yang memerah, baik pada bagian tubuh tertentu maupun seluruh tubuh.
Dalam istilah kedokteran, biduren disebut dengan urtikaria, yaitu reaksi kulit yang muncul akibat pembengkakan, menimbulkan rasa gatal dan dapat terjadi pada setiap bagian dari tubuh. Gejala ini dapat disebabkan oleh reaksi alergi, tapi juga dapat terjadi bukan karena alergi.

2. Bersin dan hidung meler

Bersin-bersin dan hidung meler adalah tanda-tanda paling umum akibat alergi yang dipicu oleh serbuk sari, debu, bulu binatang ataupun jamur. Gejalanya muncul akibat peradangan jaringan yang melapisi bagian dalam hidung akibat pemicu alergi terhirup masuk.
Tak hanya bersin-bersin saja, seringkali daerah di sekitar hidung seperti telinga, sinus dan tenggorokan juga dapat terkena. Beberapa gejala yang paling umum berupa keluar ingus, hidung tersumbat, bersin, hidung terasa gatal, gatal pada telinga dan tenggorokan.

3. Sesak napas

Karena alergi sebenarnya merupakan reaksi peradangan, gejala peradangan seperti asma juga bisa disebabkan oleh alergi. Asma merupakan gangguan pernapasan yang diakibatkan oleh peradangan dan penyempitan saluran udara.
Sebagai hasilnya, aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru jadi terbatas. Walau demikian, asma tidak selalu berhubungan dengan alergi. Gejala alergi yang mengganggu saluran pernapasan umumnya berupa sesak napas, mengi, batuk dan dada terasa sesak.

4. Mata memerah

Alergi juga bisa menimbulkan gangguan pada mata atau konjungtivitis. Dampaknya berupa peradangan pada lapisan jaringan membran yang menutupi permukaan bola mata dan permukaan bawah kelopak mata.
Peradangan yang terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi dapat menghasilkan gejala-gejala berupa kemerahan pada bawah kelopak dan seluruh mata, mata berair dan gatal, lalu terjadi pembengkakan.

5. Shock

Shock alergi atau disebut juga dengan anafilaksis adalah reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa. Gangguan berbahaya ini dapat menyerang sejumlah organ di waktu bersamaan. Serangan ini biasanya terjadi akibat penyebab alergi yang dimakan atau disuntikkan, sengatan lebah misalnya.
Beberapa gejalanya yang dapat muncul bebarengan berupa gatal-gatal atau kulit memerah, hidung tersumbat, pembengkakan tenggorokan, sakit perut, mual, muntah, sesak napas disertai mengi dan tekanan darah rendah. Shock alergi disebabkan oleh dilatasi pembuluh darah yang mengakibatkan penurunan tekanan darah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.