Seks Saat menstruasi hingga kini masih banyak yang memperdebatkan apakah aman dilakukan selain pemikiran apakah boleh dilakukan. Bahkan masyarakat barat yang terkenal terbuka untuk urusan seks masih banyak yang mempertanyakan atau meragukan berbagai pendapat mengenai Seks Saat menstruasi. Jika Anda termasuk salah satu diantara orang-orang yang ingin tahu tentang kebenaran Seks Saat menstruasi sekedar untuk menambah pengetahuan Anda, ulasan berikut bisa membantu Anda melihat Seks Saat menstruasi dari beberapa sudut pandang.

Memang kita tidak bisa memandang sesuatu topik hanya dari satu sudut pandang saja, tetapi dengan melihatnya dari beberapa sudut pandang gambaran yang kita lihat akan lebih jelas sehingga membuat kita lebih tahu dan bijak bagaimana menyikapinya, termasuk dalam hal Seks Saat menstruasi. Sudut pandang yang akan kita bahas adalah pasti yang utama dari sudut pandang agama, sudut pandang masyarakat pada umumnya dan dilihat dari segi kesehatan.

Seks Saat menstruasi Dari Sudut Pandang Agama Islam

Melakukan Seks Saat menstruasi merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama Islam apapun alasannya. Bagi para suami yang ingin melampiaskan hasrat birahinya kepada istrinya pada saat sang istri sedang haid atau menstruasi harus berusaha menahan keinginannya tersebut hingga sang istri selesai haid, mandi wajib dan siap untuk melakukan seks seperti yang diperbolehkan dalam agama Islam tersebut.

Berbagai Pandangan dan Mitos Mengenai Seks Saat menstruasi

Banyak sekali pendapat serta pandangan bahkan mitos yang berkembang di masyarakat mengenai seks saat menstruasi. Secara umum, orang akan menghindari kegiatan ini karena merasa risih dan kurang higienis dengan adanya darah mens yang keluar atau karena alasan keagamaan, tradisi leluhur maupun alasan-alasan pribadi lainnya.

Pada dasarnya seks saat menstruasi tidak ada salahnya dan tidak membahayakan selama dilakukan dengan cara yang benar dan aman begitu kata dokter Kellie Flood-Shaffer, MD dari Universitas Cincinnati di Amerika. Masalahnya adalah karena sejak dari remaja seorang gadis diajar oleh orangtuanya bahwa darah yang keluar pada saat menstruasi adalah darah kotor dan para remaja putra diajar bahwa darah menstruasi bisa membahayakan kemampuan mereka sebagai laki-laki, tetapi nyatanya kedua hal tersebut tidak didasarkan pada data-data ilmiah. Darah yang keluar pada saat seorang wanita mengalami menstruasi adalah darah yang sama yang mengalir di tubuh semua orang hanya saja darah ini bercampur dengan lapisan dinding rahim yang terkelupas pada saat seorang wanita mengalami haid, jadi tidak ada masalah dengan darah tersebut.

Berikut beberapa pendapat dan fakta mengenai seks saat menstruasi yang perlu Anda pelajari dan perhatikan:

  • Seks saat menstruasi ternyata dapat mengurangi gejala PMS yang muncul. Hal ini dikarenakan pada saat si wanita mencapai orgasme, tubuhnya mengeluarkan hormon endorfin yang merupakan penghilang rasa sakit alami seta meningkatkan mood seseorang. Jadi, seks saat menstruasi dapat membantu wanita untuk mengurangi rasa nyeri karena haid, mengurangi sakit kepala dan depresi yang sering muncul berbarengan dengan haid yang dialaminya.
  • Seks saat menstruasi membuat sang wanita rentan tertular penyakit karena berhubungan seks (STD = Sexually Transmitted Disease) atau infeksi lainnya karena pada masa ini serviks wanita terbuka agar darah menstruasi bisa melewatinya. Kondisi semacam ini memungkinkan bakteri maupun infeksi lain termasuk virus HIV bisa masuk ke dalam bagian panggul dengan mudah. Kemungkinan untuk terkena jamur atau yeast pada masa haid bagi wanita juga lebih besar karena ph-nya menjadi lebih asam.
  • Ada yang berpendapat bahwa seks saat menstruasi akan berbahaya bagi rahim si wanita karena pada saat haid rahim menjadi terbuka sehingga penis dapat menusuk masuk ke dalamnya. Pendapat ini tidak benar, karena darah mens mengalir keluar melalui celah kecil yang ada di rahim dan tidak mungkin bagi penis laki-laki untuk melewati atau masuk ke dalam celah tersebut.
  • Ada pendapat yang mengatakan bahwa seks saat menstruasi akan membuat darah yang keluar terhenti. Pada beberapa wanita yang melakukan seks saat menstruasi hal ini memang terjadi, tetapi Anda tidak perlu kuatir karena bukan berarti bahwa darah maupuan luruhan dinding rahim yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh dari rahim didorong masuk kembali oleh penis seperti yang ditakutkan oleh banyak orang. Hal ini semata-mata terjadi karena pada saat wanita mengalami orgasme akibat seks saat menstruasi, rahim mengalami kontraksi sehingga membuat dinding rahim dan darah mens mengalir keluar lebih cepat, makanya keluarnya darah mens segera berhenti.
  • Perlu diperhatikan bahwa seks saat menstruasi membuat peluang wanita untuk mengalami iritasi lebih besar karena pada saat ini organ reproduksinya berada pada kondisi sangat sensitif dan lembut. Jika gesekan yang terjadi akibat penetrasi pada waktu melakukan seks saat menstruasi terlalu keras maka iritasi tidak dapat dihindarkan.

Nah, setelah membaca berbagai informasi mengenai seks saat menstruasi di atas, semoga Anda bijak menyikapi hal ini. Semua tergantung kepada kenyamanan dan keputusan Anda dan pasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.