Salah satu bahaya diare adalah menyebabkan terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh padahal air adalah salah satu kandungan terbesar yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sebenarnya tidak hanya cairan yang hilang namun juga kandungan mineral atau elektrolit yang juga berperan penting. Dengan kekurangan zat mineral atau elektrolit tersebut maka metabolisme tubuh secara keseluruhan akan terganggu. Akibatnya pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terhambat.

Memberikan banyak air minum merupakan langkah pertama yang harus dilakukan orang tua pada anaknya yang terkena diare. Hal ini bisa membantu untuk mengurangi bahaya diare lanjutan. Minuman yang diberikan bisa berupa oralit karena baik untuk menggantikan zat elektrolit yang terbuang. Selain itu, untuk bayi bisa diberikan air susu ibu atau ASI, jus buah maupun makanan berkuah seperti kuah sup. Intinya bahwa setiap cairan yang keluar lewat tinja yang berair harus segera digantikan. Namun, terkadang anak mengalami lemas dan malas untuk minum. Jika sudah demikian maka orang tua harus membawa anak ke dokter supaya bisa segera diinfus.

Bahaya diare pada anak bisa bersifat kompleks. Dehidrasi yang terjadi akibat diare jika tidak ditangani bisa menyebabkan anak menjadi syok dan kejang-kejang. Bahkan pada kasus tertentu bisa membuat anak menjadi tidak sadarkan diri. Selain itu, bahayanya anak bisa memuntahkan semua yang masuk ke dalam mulutnya. Jika hal ini terjadi maka anak tidak akan mendapatkan nutrisi apapun untuk bisa menyembuhkan dirinya. Apabila gejala-gejala bahaya ini telah muncul maka anak harus segera dibawa ke rumah sakit.

Diare juga menjadi bahaya jika tinja yang dikeluarkan anak telah bercampur dengan darah. Hal ini pertanda anak telah terserang disentri. Walaupun darah hanya berbentuk bercak-bercak saja tetap itu menandakan disentri dan harus diwaspadai. Diare disentri ini disebabkan oleh karena adanya virus. Penanganannya pun tidak bisa hanya dengan minum oralit saja tapi membutuhkan obat antibiotik untuk mengatasi virus tersebut.

Akan berbahaya jika orang tua tidak segera menyadari bahwa anaknya sebenarnya telah terkena disentri dan bukan diare biasa karena seringkali darah tidak terlihat dengan jelas. Oleh sebab itu, perhatikan dengan teliti tinja yang dikeluarkan anak. Diare disentri ini bisa menyebabkan anak menjadi lebih sulit sembuh dan malas makan. Anak yang malas makan akan kekurangan gizi dan sistem kekebalan tubuhnya berkurangnya. Suatu saat anak akan jadi mudah sekali untuk terserang penyakit dan terhambat pertumbuhannya.

Mencegah Bahaya Diare Pada Anak

Seperti dijelaskan di atas bahwa diare bisa berakibat serius pada kesehatan anak. Oleh sebab itu, lebih baik mencegah datangnya diare sedari awal daripada mengobatinya. Salah satu cara mudah untuk mencegah diare pada anak adalah dengan memberikan ASI semenjak bayi. ASI sangat baik dalam membentuk sistem ketahanan atau kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

Cara pencegahan berikutnya adalah dengan menjaga kebersihan. Mencuci tangan sebelum makan dengan sabun dapat diajarkan dan dibiasakan pada anak-anak. Kebiasaan baik seperti membuang sampah pada tempatnya dan menghindari bermain di tempat kotor akan bisa mencegah terjadinya diare pada anak.

Pastikan juga kebersihan makanan dan minuman. Makanan dan minuman di atas meja harus selalu ditutup supaya tidak dihinggapi oleh binatang. Panaskan makanan yang akan disuguhkan kepada anak. Air minum yang dikonsumsi setiap hari juga harus terjamin higienis dan sehat. Untuk bayi sebaiknya rebuslah dulu botol susu atau peralatan makannya agar bebas kuman. Dengan demikian anak bisa terhindar dari bahaya diare pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.