Menopause yang menyerang wanita pada awal usia 50-an, memang kerap menimbulkan masalah tersendiri. Permasalahan yang menyerang wanita menopause utamanya disebabkan oleh faktor psikologis hingga fisik, seperti kepadatan tulang yang mulai menurun, hingga berbagai perubahan organ seksual yang mulai kehilangan daya tariknya. Apa saja perubahan seksual menopause?

Perubahan seksual menopause, apa saja?

Berikut ini akan disajikan beberapa perubahan seksual menopause yang menandai dimulainya siklus menopause pada wanita sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Vagina.
    Menurunnya kadar hormon esterogen dalam tubuh, akan memengaruhi kondisi vagina. Vagina akan mengalami kehilangan kelenturan dan kemampuan untuk berhubungan seks. Hal ini disebabkan karena kondisi pelumasan vagina yang menjadi kering.
  • Bentuk payudara.
    Hormon esterogen bertenggung jawab terhadap penampilan luar kelenjar mamae/payudara pada wanita dewasa. Ketika memasuki masa menopause, turunnya kadar esterogen akan menyebabkan bentuk payudara yang tidak menarik lagi.
  • Bentuk tubuh.
    Turunnya kadar hormon esterogen dalam darah, akan menyebabkan lemak yang biasanya digunakan untuk membentuk pantat dan paha menjadi berkurang atau hilang, akibatnya lemak akan menumpuk pada daerah perut dan pinggul. Penumpukan lemak pada daerah ini akan menyebabkan bentuk tubuh wanita menopause menjadi tidak menarik lagi.
  • Aktifitas seksual.
    Kondisi vagina yang kering akan menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan seksual, sehingga sebagian besar wanita menopause akan malas beraktifitas seksual.
  • Sering berkemih.
    Kondisi vagina yang kering dan kehilangan kelenturan akibat lapisan epitel vagina dan kelamin yang mulai menipis, akan mempengaruhi kondisi saluran kencing, sehingga wanita menopause cenderung lebih sering berkemih bahkan terkadang mengompol.
  • Rawan iritasi dan infeksi kelamin.
    Menipisnya lapisan epitel pada dinding dan bibir vagina yang menyebabkan kondisi vagina menjadi lebih kering, akan meningkatkan resiko infeksi apabila terserang bakteri atau kuman penyebab penyakit kelamin.

Itulah beberapa perubahan seksual menopause yang bisa terjadi ketika wanita mengalami menopause. Diperlukan dukungan dari pasangan hidup agar wanita menopause tidak kehilangan kepercayaan diri. Dukungan tersebut bisa saja berupa kata-kata ataupun sikap dan tindakan yang romantis. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.