Jakarta, Tidak seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, tekanan darah rendah terjadi tanpa gejala yang pasti dan seringkali diabaikan hingga seseorang merasa begitu lemah, pusing, dan demam. Pusing setelah duduk lama dianggap sebagai salah satu gejala tekanan darah rendah. Benarkah demikian?

Tekanan darah rendah adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh beberapa orang, yang terjadi karena terhambatnya pasokan oksigen dan nutrisi penting untuk otak. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang minum, kurang tidur, serta haid yang tidak normal.

Jika kondisi ini terus dibiarkan maka tekanan darah bisa mencapai batas terendah, yaitu 90/60 mmHg. Gejala yang mungkin Anda rasakan jika tekanan darah hampir mencapai batas terendah antara lain pusing, sering menguap, penglihatan berkunang-kunang, muncul keringat dingin, cepat lelah, hingga pingsan.

“Pusing setelah duduk lama terjadi karena ketika duduk dan tiba-tiba berdiri, banyak darah yang turun ke kaki. Sehingga pada saat ingin berdiri kepala jadi pusing,” imbuh Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp JP, FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita, saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (29/5/2013).

Nyatanya, rasa pusing atau berkunang-kunang yang muncul tidak hanya mungkin terjadi pada seseorang dengan tekanan darah rendah.

“Bisa juga karena anemia. Selain itu, penderita diabetes pun bisa mengalaminya. Orang yang sehat setelah duduk atau berbaring kemudian berdiri kira-kira seperdelapan detik bisa langsung menyesuaikan. Sedangkan pengidap diabetes butuh beberapa detik lebih lambat sehingga mengalami pusing,” ujar Dr. Santoso Karo Karo, SpJP, MPH (K), mantan Ketua Yayasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), saat dihubungi detikHealth.

Selain karena aliran darah yang tidak lancar, kurang minum, kurang tidur, serta haid yang tidak normal, gejala ini juga mungkin terjadi karena orang tersebut kurang olahraga. Untuk itu, penting untuk selalu rutin olahraga minimal 30 menit per hari agar aliran darah tetap lancar dan kesehatan jantung tetap terjaga.

Jika memang Anda berada dalam kondisi yang mengharuskan untuk duduk dalam waktu yang cukup lama, menurut Prof Budhi sebaiknya jangan langsung berdiri atau berjalan, apalagi berlari. Goyangkan kaki dahulu perlahan, kemudian berdiri perlahan-lahan. Jika dirasakan sudah tidak begitu pusing, baru langkahkan kaki.

Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg, sementara batas terendahnya yaitu 90/60 mmHg.

“Selama tekanan darah yang tidak di bawah 60 atau sampai 40 saya kira tidak berbahaya. Berbahaya jika di sampai menyentuh di bawah itu, sebab jika terlalu rendah bisa sampai meninggal,” ujar dr Daniel Tanubudi, SpJP, spesialis jantung Eka Hospital, saat dihubungi detikHealth.

Leave a Reply

Your email address will not be published.