Jakarta, Perempuan sebaiknya tidak lagi menunda untuk melakukan olahraga secara rutin. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga secara rutin dapat mengurangi risiko perempuan untuk mengidap penyakit batu ginjal.

Dalam penelitian terbaru diungkapkan bahwa tidak harus mengeluarkan keringat secara berlebihan atau menjalani latihan seperti atlet, tapi cukup dengan menyediakan waktu untuk berjalan atau jogging selama beberapa jam dalam seminggu secara rutin, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (7/5/2013).

“Sedikit perubahan akan membuat perbedaan. Yang paling penting adalah rutin dan ada keinginan untuk melakukan perubahan ini,” ungkap dr Mathew Sorensen, pemimpin peneliti dari University of Washington School of Medicine, Seattle, Amerika Serikat.

Sekitar 9 persen orang di dunia memiliki risiko untuk mengidap batu ginjal dalam hidupnya. Insiden ini meningkat 70 persen selama 15 tahun terakhir, dengan angka paling cepat terjadi pada perempuan.

Penelitian ini dilakukan pada 85.000 perempuan berusia 50 tahun atau lebih oleh Women’s Health Initiative. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan, untuk mengetahui indeks massa tubuh responden. Para peneliti juga melakukan survei makanan apa saja yang mereka konsumsi.

Selain itu, responden juga diminta informasinya tentang kebiasaan mereka olahraga dan disebut sebagai ‘METs’, yaitu sebuah tolak ukur seberapa banyak aktivitas yang mereka lakukan. Misalnya, 10 METs per minggu adalah sekitar 2,5 jam berjalan dengan kecepatan stabil, 4 jam berkebun, atau 1 jam jogging.

Setelah sekitar 8 tahun penelitian, 3 persen responden mengalami batu ginjal. Dibandingkan dengan responden yang tidak rutin melakukan aktivitas latihan, responden yang memiliki hingga 5 METs per minggu memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah mengidap batu ginjal, 22 persen pada responden dengan 5-10 METs, dan 33 persen pada responden dengan 10 METs atau lebih.

“Kami tidak meminta para perempuan untuk lari maraton setiap minggu. Hanya diperlukan aktivitas ringan saja, seperti berjalan, jogging, atau sekadar berkebun,” ujar dr Sorensen.

Mengapa aktivitas rutin bisa mengurangi risiko batu ginjal? Aktivitas rutin mampu mengubah cara tubuh menangani nutrisi dan cairan yang mempengaruhi pembentukan batu. Tubuh akan mengeluarkan garam dalam bentuk keringat dan mempertahankan kalsium dalam tulang, sehingga kalsium tidak pergi ke ginjal dan membentuk batu pada urine.

“Ada sesuatu dalam aktivitas olahraga itu sendiri yang mungkin mencegah pembentukan batu,” ungkap dr Kevin McVary, ketua urologi di Southern Illinois University School of Medicine di Springfield, Illinois.

Dr McVary menambahkan olahraga tidak hanya untuk mengubah tubuh menjadi kurus atau menjadi gemuk, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, olahraga juga diketahui mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kondisi lain yang meningkatkan risiko batu ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.