Jakarta, Jenis alergi yang paling sering terjadi umumnya adalah alergi debu atau makanan. Namun selain itu ada jenis alergi lain yang sering dialami yaitu alergi cuaca. Apa saja gejala alergi jenis ini?
“Alergi cuaca sebenarnya lebih banyak terjadi pada alergi terhadap angin. Hal ini dikarenakan angin dapat membawa debu,” ungkap dr Indra G. Mansur, DHES, SpAnd, ILS, spesialis andrologi di Klinik Imunologi & Kesehatan Reproduksi Sayyidah Pondok Kelapa, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/5/2013).
Berikut 5 gejala alergi cuaca, seperti dikutip dari MSN:
1. Urtikaria (bercak merah) Angin yang mengandung debu atau udara dingin dapat memicu timbulnya urtikaria atau bercak-bercak kemerahan pada tubuh seseorang. Bercak ini biasanya muncul di bagian tubuh tertentu saja, lalu kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Bercak ini juga kadang menimbulkan rasa gatal yang menyebar.
“Alergi cuaca atau angin itu tidak hanya memberi efek pada satu bagian tubuh saja. Biasanya ia akan memerah dan meluas ke bagian lain seperti lipatan lengan atau ketiak,” imbuh dr Indra.
2. Angioedema (bengkak pada jaringan dalam tubuh) Setelah muncul bercak-bercak merah, biasanya beberapa bagian tubuh akan terasa bengkak. Pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam ini disebut juga cold-induced angiodema. Jika kondisi bengkak sudah disertai dengan penurunan tekanan darah, kondisi ini bisa berbahaya. Sebab penurunan tekanan darah nantinya dapat menyebabkan pusing atau gejala lanjutan yang lebih serius. Berbeda dengan urtikaria, bengkak akibat alergi cuaca ini biasanya juga dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.
3. Sindrom Raynaud Pada sebagian orang, gejala ini muncul ditandai dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang berat pada tangan dan kaki. Penyempitan ini menyebabkan kadar oksigen menurun, sehingga bagian kulit tersebut menjadi putih dan terasa nyeri. Saat dihangatkan, kulit justru berubah menjadi seperti pelangi, merah diikuti biru.
4. Asma Orang-orang dengan alergi cuaca dan asma seringkali dapat timbul asmanya hanya dengan menghirup udara dingin. Gejala awalnya ditandai dengan rasa sesak dan penyempitan saluran nafas. Cuaca dengan udara yang kering dan dingin kadang-kadang memicu efek yang lebih kuat dibandingkan udara yang lembab. Angin yang dingin disertai pilek juga dapat memperburuk gejala asma yang muncul.
5. Hidung berair Meskipun secara teknis bukan alergi, namun hidung berair mirip dengan gejala alergi. Kondisi ini ditandai dengan kondisi hidung yang terus berair, bersin, dan hidung tersumbat.
“Orang dengan alergi cuaca biasanya tidak mengalami gejala ini saat berada di dalam rumah, ini karena debu biasanya ada di luar rumah,” ujar dr Indra.
Dengan begitu, ada baiknya jika sudah mengalami gejala-gejala ini untuk melakukan pemeriksaan alergi lebih lanjut ke dokter dan mencegah timbulnya alergi dengan menggunakan jaket saat akan pergi keluar rumah atau akan bepergian ke tempat yang dingin dan berangin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.